Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2017

Hari Guru Nasional



Pahlawan Tanpa Tanda Jasa-ku

                Tadi pagi, saat saya mendengarkan radio di rumah, kebetulan tema yang dibicarakan adalah hari guru. Si penyiar radio menanyakan kepada para pendengar radio,”karena sekarang hari guru, siapa guru kamu yang paling berkesan di hati sampai saat ini? Kirim jawabanmu di bbm, wa, atau sms ke nomor ****”. Hmmm.. kalau saya memikirkan tentang pahlawan tanda jasa, saya juga punya pahlawan yang paling berkesan di hati sampai detik ini.

Beliau salah satu sosok yang sampai saat ini terkenang di hati saya. Dari saya SD sampai kuliah saat ini bertemu guru atau dosen, hanya beliau saja yang paling berpengaruh pada kehidupan saya. Namanya Bu Nanik. Beliau terkenal guru paling ‘killer’ di sekolah. Kebetulan saat jaman saya SD, beliau mengajar murid kelas 4 sampai kelas 6 SD. Saya sudah mendapat cerita tentang ke’killer’an beliau itu sejak kelas 1 SD. Sering nih saya dapat cerita dari kakak kelas, “nanti kalau kamu sudah kelas 4 SD nanti kamu ketemu sama bu itu lho. Bu itu serem banget. Kamu kalo telat langsung dimarahin. Ga ngerjain pr dimarahin. Kalau sudah marah, teriakannya itu sereemm banget”. Hmmm... terdengar horor sih, tapi kadang di hati terdalam ada perasaan ingin tahu juga bagaimana rasanya kelas 4 SD. Hehe... 

Beberapa tahun kemudian... jeng jeng jeng jeng.. saya sudah kelas 4 SD. Tiba saatnya bertemu beliau. Memang benar.. beliau kalau sudah bertemu dengan murid-murid yang nggak ngerjain pr, langsung dimarahin. Benar lagi, marahnya itu horor menurut saya. Tidak menurut saya saja sih, teman teman saya juga berkata begitu. Kalau ada yang terlambat masuk kelas, langsung dimarahi, bicara sendiri saat pelajaran/ gaduh langsung dimarahi, tidak mengerjakan pr atau tugas langsung dimarahi. Seingat saya tidak pernah ada hukuman, tapi omelan dan teriakan. Teriakan dan omelannya sangat menyeramkan, tapi sebenarnya ada sedikit komedi atau lelucon yang sedikit diselipkan. Tak jarang, murid-murid juga ketawa karena leluconnya di sela-sela kemarahannya. Kadang kalau beliau sudah marah di kelas, dan ada sedikit lelucon yang keluar, saya bingung harus ketawa atau menekuk muka.

Entah kenapa dan entah darimana saya jadi semangat untuk tidak membuat beliau marah. Bagaimana caranya? Ya dengan mengerjakan pr, tidak terlambat, dan tidak gaduh. Ya karena kebetulan saya waktu itu anak yang penurut banget jadi saya kerjakan dan lakukan deh semuanya. Saya jadi ingat saat saya mengerjakan pr dan dapet nilai bagus, saya langsung dipuji, “wah.. diastri.. (dengan ekspresi senyum) buat murid murid lain yang tidak mengerjakan pr, ini lho kayak diastri dong, pr-nya dikerjain, bagus lagi nilainya”. Hehe.. beliau selalu memuji murid yang tidak onar. Saya jadi semangat. Dipuji oleh guru yang dikenal killer adalah suatu kebanggaan tersendiri. Entah ada semangat darimana untuk belajar. Saya semangat saja untuk belajar. Saya suka banget belajar, entah itu dari faktor beliau atau bukan. Entah itu belajar matematika, IPS, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris. Semua menyenangkan untuk saya pelajari. 

Waktu terus berjalan. Saat itu, kalau tidak salah saya sudah kelas 5 SD. Saya ingat sekali momen momen itu. Momen saat diadakan ujian mencongak yang terkadang mendadak. Beliau berkata,”Nanti kalau ujian mencongak matematikanya dapet 100 akan saya beri uang seribu rupiah” Wah, saya merasa percaya diri banget nih  bisa dapet nilai segitu. Ternyata waktu sudah ujian, saya memang dapet nilai 100. Saya dikasih uang seribu rupiah deh. Lumayan tuh setara dengan uang saku saya per hari dari orang tua. Lumayan lah bisa buat ditabung. Terdengar lucu sebenarnya karena beliau mengiming-imingi uang untuk muridnya yang mendapatkan nilai 100, tapi ya tidak apalah kalau niatnya adalah memberi semangat terlebih dahulu. 

Entah kenapa kalau mau pelajaran beliau, saya jadi semangat untuk belajar sebelumnya. Nah, terkadang beliau memberi satu pertanyaan matematika pada saat itu juga. Pertanyaannya harus ditulis di buku tugas di tempat duduk masing-masing, kalau sudah selesai langsung dikumpulkan pada beliau di depan. Nah, biasanya saat itu, teman teman pada cepet cepetan untuk menyelesaikan soal tersebut. Saya yang biasanya pertama maju ke beliau untuk dikoreksi, tak jarang ada teman lain juga yang maju pertama dengan saya. Kalau benar rasanya senang sekali. Ada prestise tersendiri kalau saya bisa maju pertama berjalan dari tempat duduk saya dan menyodorkannya pada beliau. Mungkin karena saya sering maju pertama-tama, beliau juga jadi terlihat memperhatikan saya. Terkadang, supaya saya bisa maju pertama terus, saya jadi semangat untuk menambah kecepatan berhitung saya di matematika. Kadang saya cari rumus rumus sendiri yang tidak pernah diajarkan beliau agar lebih efisien untuk dikerjakan dengan cepat. Tak jarang, saya semangat sekali seharian mengutak-atik rumus tertentu biar majunya lebih cepat saat mendapatkan pertanyaan matematika lagi nantinya.

Selain berhitung saya juga suka membaca. Setiap kata kata yang diucapkan guru dari yang penting sampai nggak penting saya catat. Saat SD, saya punya catatan dari kelas 3 SD kalau tidak salah. Dari catatan itu saya baca berulang ulang tiap hari kalau ada waktu luang. Itu dikarenakan beliau sering menanyakan pertanyaan seperti cerdas cermat pada murid-murid sekelas. Pernah beliau menyakan suatu pertanyaan, dan saya ingat jawabannya itu ada di catatan saya kelas 4 SD. Tapi tidak ada teman-teman yang bisa jawab pertanyaannya. Karena itulah saya berpikiran, andai saya baca-baca catatan saya dari kelas awal, pasti saya mudah jawab pertanyaannya. Otomatis, karena itulah saya suka baca-baca catatan saya sendiri.

Saya juga suka hafal kata kata peribahasa beliau yang meresap sampai saat ini yaitu berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang senang kemudian. Maknanya adalah bersakit sakitlah belajar saat ini kalau ingin hari tuamu menyenangkan. Itu benar benar moto yang membakar semangatku untuk belajar sampai saat ini. 

Waktu beranjak kelas 6 SD, saat itu sering diadakan try out oleh berbagai bimbingan belajar. Mungkin karena saya suka baca baca, rajin gitu, saya jadi suka masuk 10 besar dari ratusan anak. Pernah beliau berkata,”kalau kamu bisa ranking 1 try out dari lebih 500 orang, kamu saya beri hadiah”. Kemudian, benar... saya pernah ranking 1 dari 600-an anak dan itu mengalahkan murid murid yang terkenal menang berbagai olimpiade. Saat itu saya diberi uang lima ribu rupiah. Lumayan tuh saat itu, 5x uang saku saya. Nominal tidak begitu penting, tapi bangganya itu yang tidak bisa dilukiskan

Pernah juga ada ada lomba yang sifatnya itu awalnya diambil dari try out biasa di hampir seluruh sekolah dasar di jember. Saya kira itu try out biasa dan setelah saya kerjakan, saya masuk peringkat 5 besar di patrang dan diharuskan ikut babak selanjutnya.Babak selanjutnya ternyata persis banget kayak olimpiade. Tapi ini olimpiade semua bidang. Dari matematika ada, IPA ada, IPS juga, Bahasa Inggris, dan yang lainnya. Sempat ciut nyaliku, katanya saya akan berhadapan dengan siswa dari sekolah xxx yang suka dapet medali di olimpiade. Gurunya pun elit  banget

Untuk menghadapi babak final, saya mengikuti tentiran dengan bu Nanik, dan guru lainnya. Yang saya suka dari tentiran ini saya dibelikan makan siang yang harganya 3x uang saku saya. Hehe.. setelah mengikuti lomba tersebut sempat ciut nyali saya bertemu siswa siswa yang “keliatannya” pintar. Dan ternyata setelah diumumkan, saya kena juara harapan 1. Ya baguslah. Ternyata saya bisa mengalahkan siswa-siswa yang katanya pintar dan gurunya elit tersebut. Kemudian saya mendapat hadiah bernilai ratusan kali lipat dari uang saku saya. Hehe..

Terakhir, ketika saya baru masuk SMP, saya baru beberapa bulan berpisah dengan Bu Nanik. Tiba-tiba ada telepon rumah berdering di kamar depan. Ibuku yang menerima teleponnya, dan mengatakan kalau ada telepon dari Bu Nanik. Beliau berkata, "Nak, kamu tahu nilai UANmu SD kan?" "iya, bu, ada apa?" "iya, nilai UANmu ternyata tertinggi se-Patrang. Kamu dapat hadiah liburan dan study tour ke Palembang". Alhamdulillah.. untuk anak rumahan seperti saya, Palembang adalah pengalaman pertama dan terjauh saya selama ini.

Tapi itu semua hanya sebuah kenangan. Semenjak saya berpisah dari Bu Nanik, dan memasuki kelas akselerasi SMP, semua terasa berubah. Ketika belajar menjadi sebuah kewajiban. Ketika belajar adalah untuk lulus. Ketika belajar bukanlah hal yang menyenangkan. Hilanglah hakikat belajar itu. Semakin bertambah usia, bertambah pula kesulitan. Bertambah pula masalah. Dari masalah keluarga sampai hal percintaan. Kalau saat ini fokus belajar sudah berpencar-pencar ke banyak masalah dalam hidup. Berbeda dengan dulu. Semua tak lagi sama. Belajar harus berkali-kali, berbeda dengan dahulu yang baca sekali dan dua kali langsung nyambung. Saat ini, belajar 1 halaman saja sudah ngantuk dan tidak lama terlelap, berbeda dengan dahulu yang semakin malam semakin bersemangat untuk membaca. Semua tak lagi sama.

Jadi itulah cerita tentang pahlawanku. Pada dasarnya, makna guru bukan hanya sekedar membagikan ilmu dan membuat muridnya pintar, tapi bagaimana agar murid yang diajarnya itu menjadi bersemangat untuk belajar sehingga pelajaran atau makna hidup yang diajarkan mudah masuk dan diresapi. Semenjak saat itu, susah untuk menemukan guru seperti itu lagi dalam hidup saya... yang membuat belajar jadi menyenangkan, yang membuat saya rela belajar tanpa kantuk mendera.

Anyway, SELAMAT HARI GURU. Orang tua kita adalah guru, semua bisa jadi guru, bahkan orang yang masuk ke dalam hidup kita pun adalah guru. Pengalaman kita adalah guru. Yang terpenting, semangatlah belajar dalam setiap hembusan nafas kita.

Kamis, 01 Desember 2011

Kuncir Pink

ini terjadi tadi waktu PIB kimia 30 November 2011.. (padahal skarang udah pagi tgl 1 Desember 2011)

seperti biasanya makin lama PIB dijalankan bwat menunjang pembelajaran anak kelas XII yang mau lulus, banyak anak yang gak ikot di kelas. ada yang bilang capek lah, ini lah itu lah. Jadi tinggal beberapa ekor yang di kelas buat ikut PIB. Tapi gara2 td itu PIB kimia, anak2 banyak nggak nganggap remeh, sooo.. yang ikut lebih banyak lah dari biasanyaaa. *awal yang nggak penting

langsung ke intinya, di sini, aq mau mnceritakan hal yang lucu. nggak lucu se, biasa ae. cuma ya lucu aja, banyak banget "kebetulan"nya.  ini dikhususkan ke TL cewek, especially yang berkuncir, include me.

ada banyak sih, ceweknya, tapi tau nggak sih, kalo diliat2, semua cewek berkuncir di TL yang ikut PIB tadi sore pake kuncir warna pink lho...

pertamanya aq nggak nyadar.. ceritanya tuh ada Desy yang duduk di belakang pindah, duduk di depanku. *perasaan Desy udah sering nongol dalam postinganq deh.. -_-
nah, ya kan dia agak tomboy gitu, trus sering pake kuncir. ke mana-mana pake kuncir. yang kuncir kawat telepon lah, dll. Tapi, tiba2 waktu aku  liat, ada hal yang mencolok dari kuncirnya. yaitu "pink", ya walau pun tipis. trus aq bilang, "Ih, Desy pake pink, tumbeeeen" kan soalnya warna gelap gitu biasanya yang desy pake'

trus Ananti yang duduk di sebelahku bilang, "eh, Janur juga pake pink lho". trus, aq liat Janur yang duduk di depannya Desy.  aq bilang, "eh, iya ya???"

trus Ananti bilang lagi, "lho, aq juga pake pink!!!". *yaa agak terkejut gitu, soalnya dia pake jepit panjang warna "pink" buat ngiket rambutnya.

dy bilang lagi, "koq banyak yang pake pink ya? kamu juga itu!"

trus aku bilang, "eh, aku juga pake pink? oh my God!!!" *lebih parah lagi kagetnya, ya iyalah soalnya aku juga nguncir rambutku pake kuncir warna pink and ada lope2nya gitu, besar lagi... padahal tadi kebetulan aja make dari rumah. -.-

"koq banyak yang make pink ya.." trus, ada Ilma pake kuncir juga. yah, walau kuncirnya warna biru, tapi ada "pink pink" nya lho.. *rada' maksa...

Fimbreng, si imut berkerudung pun, menimpali, "lho, aku juga pake pink lho, di dalem krudung, jadi gak keliatan"... waaaah
*oh, iya.. kenapa aq menyebut Fimbreng, coz dy pernah protes, "koq namaku nggak disamarin sih, kalo kamu nulis di blog" iyaa deh, fim..

trus, ada Rora juga tapi rambutnya diurai. tapi dia bilang, "lho, aku juga bawa kuncir pink lho" tapi gak aq pake' -.-

yang lainnya, udah cewek2 yang rambutnya diurai atau pake krudung smua :D
jadi, semua cewek di TL yang kunciran pake pink semua. ihh, lucuu deh...

Senin, 24 Oktober 2011

Gelang Baruku

Waktu nglencer ke Malang, yaitu stlah ikut lomba di UM tgl 15 Oktober 2011...
aku beli gelang... yaa, di mana lagi kalo bukan di mallnya Malang. Itu tuh, persis depannya UM (*gak persis sih, tapi sumpah deket banget, tinggal nyebrangi double W, nyampe deh di tuh Mall.) sengaja gak aku sebutin mallnya, soalnya siapa sih yang gak taw, mall depannya UM???

padahal aq baru taw tuh mall nongol di depannya UM ya baru hari itu..


jalan2 ama Bre, and Nyo, and mama yang mndampingi, nemu gelang unyu.. aq pake deh.tapi sblum aq pake ya aq beli dulu donk, klo gak ya dikejar2 ama penjual gelangnya...

gelangnya tuh, warna putih agak kecoklatan, khas kayu2 gitu, bentuknya unik, unyu, gak norak, jatuh cinta deh...

keesokan harinya yaitu hari Selasa, (cz hari senin, aq gak masuk cz tepaaaar), aq make gelang itu dengan pedenya. tapi gak lebay2 amat sih... yah, sedikitnya satu ampe dua orang nyadarlah aq pake gelang baru. salah satunya Oni yang bilang, "sieh, polae dari Malang, pake gelang baru" hehe

gelang itu aq pake seharian, tapi waktu pulang skul yaitu habis PIB, ada temen gue, namanya Iduy. *Hmmm, kayaknya gak usah disensor, kalian yang mbaca udah taw nih anak. yah, walopun gak taw mukanya yaa, sedikit banyak bisa nebak namanya donk.

Iduy, "ih.. gelangnya baru, pinjem donk!!!"
trus, aq sok jual mahal gitu, "huh, nggak!!!"

tapi, aq lupa caranya, aq bisa ngasiin tuh gelang ke tangannya Iduy. -.-a
tiba2 aja tuh gelang udah menclok di tangannya Iduy.

trus, Iduy bilang, "Hih.. Giloooo ngenggo gelang iki" trus gue dalam hati (ya iyalah, gelang unyu gitu, tapi kalo gilo knapa masih minjem????)

trus gelangku dipinjem slama beberapa menit.

oh, iya, aq harus pulang, tapi gelangku harus aq ambil lagi....

Hyaaaaaaa.... Mana gelangku, Duy!!!
Iduy, "niih!!!" pke gayanya yang mamong campur innocent campur sok cool gitu, ngasiin tangannya yg lemes. maksudnya aq disuruh ngambil ndiri... -.-

ya udah sih, aq cuma mau cerita gitu doank.. Intinya apa ya???

oo... iya ya...

beberapa hari kemudian, kira2 tiga ampek empat hari kemudian, aq make tuh gelang,,,,,

ada seorang anak, hmmm.. kayaknya bukan seorang, tapi banyak sih.... (pastinya anak TL)
bilang gini, "hmm, Dis, itu gelangnya Iduy yaaaa, koq kamu pake???"

ini nih, klimaksnya yang mau gue critain.. kecewa banget taw.. hikz!!! masa' aq udah make ke mana2, kesana kemari, and si Iduy cuma make beberapa menit doank, beberapa hari yg lalu juga... Helloooo -.-a

jd slama ini aq gak dianggep..
oh maaannnnn -.-a

Kamis, 13 Oktober 2011

Gempa? Waaa

Tadi di kelas.. suasana berjalan dengan semestinya. Jam istirahat udah mau abis. anak2 banyak keluyuran di kantin, halaman, yaaa gitu deeh.

trus, di kelas lagi pembagian sertifikat poltek. waktu lagi nunggu dipanggil giliranku, ada temenku dari kelas laen manggil.. Nah, waktu aku keluar kelas menghampiri dia. Eh, temen2 di kelas pada keluar semua. Satu, dua, tiga, gerombolan... koq tambah banyak? koq anak2 pada ngikutin aku ya? (*ge'er)

temen2 pada teriak "Gempaaaa" "Gempaaaa"

OMG! Gempa??? koq aku gak kerasa ya.. waktu itu anak2 pada ngumpul di koridor.

Tiba2 aku merasakan getaran yang dahsyaaat. (*sebenernya biasa aja sih, tapi termasuk keras). Ya ampuuunn.. ini baru pertama kalinya aku ngerasain gempa. soalnya kalo ada gempa, mesti kalo gak lagi tidur, pasti lagi maen ato gimana gitu.. gak taw ya apa caranya aq bisa gak kerasa.

Dalam hati, "ini kan lantai dua, gimana donk kalo ambruk?" waaa tanpa pikir panjang, anak seantero smasa ngumpul di halaman sekolah..
salah, pada waktu menuruni tangga ada si Autis teriak, "selamatkan diri kaliaaaaannn!!! Selamatkan diri kaliaaaaaaannnn!!!" wah, kocak deh pokoknya.

waktu gempaaa ada anak2 yang lagi ganti baju habis olahraga.. wah gawat tuh..

trus ada temenku yang waktu gempa, masih sempat aja mikir barangnya yang ketinggalan di kelas. "Lho... aku belom pake sepatu" trus dia masuk kelas lagi waktu anak2 pada turun tangga ke lantai 1.

ckckck

untunglah nggak ada kerusakan serius..

gempa ini pusatnya di Nusa Dua, Bali dengan skala 6,8 Ritcher. katanya bangunan-bangunan di Bali sedikit banyak mengalami kerusakan. saya turut prihatin... :(

Selasa, 04 Oktober 2011

Di mana??? Di mana???

Ya ampuun... Baru kemaren malem ada Ayu Ting Ting nongol di TV or salah satu infotainment. yang Ayu Ting Ting nya bilang, " ini aku buatin nasi goreng buat orang tuaku". pokoknya mbahas ni orang deh.. hehe

sejenak, (*dalam hati) siapa nih, artis baru??? penyanyi dangdut kali??? (emang iya -.-a) trus sempat dengerin Ayu Ting Tingnya nyanyi di tv... bentar tapi.

baru keesokan harinya.. masuk sekolah.. temen2 di kelas pada nyanyi " Di mana.. Di mana... "
trus, keluar kelas mau ke fotocopyan, eh, ada anak kelas tetangga, nyanyi "Di mana.. Di mana.. bla bla.." yaa.. intinya mereka nyanyi lah.
trus, baru jalan habis dari foto copyan, ada adek kelas, nyanyi " Di mana.. Di mana.."

hmmmm... kayaknya ini udah ke sekian kalinya deh, orang-orang pada nyanyi kayak gini. trus, kayaknya tadi malem sempat denger?
*hrrr.. ternyata iya

trus, di kelas, temen2 cowok lagi ngomongin si Ayu Ting Ting. ini salah satu cuplikannya, "apik iku suarane. jelas maneh. daripada penyanyi dangdut liyane, kan biasane gak jelas.." Iya sih.. bagus...

liriknya:

ya..ya..ya..ya..ya..ya..ya..
kemana...kemana...kemana...
kuharus mencari kemana
kekasih tercinta
tak tahu rimbanya
lama tak datang ke rumah

dimana...dimana..dimana..
tinggalnya sekarang dimana

kesana kemari membawa alamat
namun yang kutemui bukan dirinya...sayang
yang kuterima
alamat palsu

kutanya sama
teman-teman semua
tetapi mereka bilang tidak tahu...sayang
mungkin diriku sudah tertipu
membuat aku frustasi dibuatnya

alhasil, waktu di kelas XII yang tugasnya seabrek ini, anak2 pada nyanyi Di mana Di mana gitu deh. apalagi tadi waktu jam matematika .. hadeeeh
salah, aku juga kebawa, yang biasanya nyanyi lagunya Paramore malah jadi nyanyiin ni lagu dangdut..
-.-a Helloooo

pulang ke rumah... dengerin lagi tetangga nyanyi, "Di mana... Di manaaa..." -.-

Jumat, 30 September 2011

Investigasi Saya. Rokoknya Paknya atau bukan????

Tadi waktu jalan – jalan ke suatu tempat with Lel n Janur…

Korban : Lel
Tersangka : bapak2
Saksi 1 : gue
Saksi 2 : Janur
Waktu : tadi pagi
Tempat : rahasia. Why rahasia? Cz kalo dikasi taw tempatnya pasti anda anda langsung taw lokasi tepatnya + tersangkanya hehe.

Waktu dateng ke ruangan itu suasananya bau asap rokok. Nyesek banget. Tapi gara – gara lagi geridu megang kerjaan yang ada di tangan buat digarap jadi gak kepikiran deh tuh bau asapnya. Kalo biasanya aja “uhuk uhuk grog grog”.

Tiba2…. Lel yang lagi geridu bilang, “aduh aduh… bau asapnya gak enak.. asap rokok…” dengan gaya khasnya kalo lagi geridu.

Nah, tu bapak diem aja pertamanya..

Trus Lel bilang lagi, “aduh.. bau asap rokoknya gak enak.. aduh pak… itu buka jendelanya lah pak..” (*memelas)...n sebenernya aku juga mendukung tapi dalam hati hehe..

Bapaknya bilang, “gak bisa dek”

Trus bapak satunya bilang, “kamu ada asap rokok kayak gitu. Ya apa kalo suamimu yang jadi perokok???” (itu sudah saya translate dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia. Andai  aku nulisnya pake bahasa Jawa gak kebayang deh kasarnya tu perkataan ke ati)

Trus bilang lagi, “ya apa kalo suaminya ngerokok trus mabuk-mabukan lagi???” (lagi2 bahasanya sudah saya perhalus)

-.- aduh lebay deh.. Helloooo
Hmmm… dari investigasiku tadi, saya berkesimpulan bahwa pak yang ngomong tadi adalah beliau yang baru saja merokok…

Hmmm.. Hellooooooo -.-a

Selasa, 21 Juni 2011

Selamat Ulang Tahun, Bu Yulis!!! ^.^

ini kejadiannya 1 bulan yang lalu. Waktu itu hari Rabu, 26 Mei 2011. Hmmm… di hari ini, ada pelajaran kimia di jam terakhir. Ibu Yulis sudah jauh2 hari sebelomnya nyuruh kita mbikin yel-yel tentang koloid. Maklumlah, sekarang kan babnya tentang koloid. Yah… ada2 ajalah cara guru biar muridnya mau belajar. Salah satunya nyuruh kita buat mbikin yel-yel, isinya koloid. Selain itu koloid kan isinya 100% tanpa itung2an. Jadi, murni mengandalkan ingatan.
Di kelasq, “inTeL”, kelompok koloid dibagi tiga. Dan aq kena kelompok dua. Terdiri dari aq, andri, Hira, Resi, Tanti, Ilma, Yudi, IlhamR, Dimas, n Burhan. Deadline tanggal 26 Mei, dan itu kita semua harus siap kesemuanya buat tampil di depan kelas. Ya… biasa deh, namanya juga kita. Ya, agak males gitu deh. Dua hari sebelom itu baru bikin. Kelompokq cma bikin satu hari, itu pun di rumahnya Iduy kebanyakan guyon n bercanda ria + makan2 semua yg ada di situ. Beda ama kelompok laen yang bikinnya lebih dari satu hari. Fiuuh..
Hari Rabu pagi, anak2 udah banyak yang nyanyi gak jelas gitu buat nyiapin yel-yel itu. Ih.. Lucu deh… kalo dibandingin ama kelompok laen, teks yel-yel kelompokq cma satu lembar halaman kecil, but, teks yel-yel kelompok laen sampek 1 kertas HVS bolak balik. Haduuh.. banyak banget! Niat banget mereka! Ckckck
Trus, anak2 bilang.. “rek, Bu Yulis ulang tahun lho kemarin.” “Wah, iya ta?” kemarin kan libur, jadi qta baru tawnya sekarang... “oh.. dikasi surprise apa ya?” hmm… qta semua gak mikirin surprise buat bu guru sampe segitunya sih. Semua itu terjadi secara spontan.
Setelah jam ke 5-6 yaitu pelajaran ESP selesai, jam pelajaran udah mau beranjak ke jam 7-8 yaitu pelajaran kimia. Karena ESP udah selesai duluan, + ditinggal guru ESP, yah.. kosong deh kelas kita. N di waktu kosong itu alias “Vacum of Power”, qta merencanakan sesuatu dengan tanpa sengaja dan spontan.
“eh, rek. Gimana kalo kita smua pergi ke mana gitu. Biar kalo gurunya bingung waktu masuk kelas kita.” “iya dah, ayoook!!!” “eh, serius nih. Beneran???” “iya!!!” “ayo, semua!! Kosongkan kelasnya!!!”
Trus, kita smua berbondong2 pergi dari kelas. Tapi bingung mau kabur ke mana. “rek, mau kabur ke mana?” “kita semua kabur ke kelas ia 3 lama, kan gak dipake”
Akhirnya, anak2 pergi semua ke atas, sambil mberitahu anak2 inTeL laennya yang mungkin aja gak di kelas waktu itu. Mungkin aja di kantin, ato pergi ke mana gitu.
Habis itu, anak2 ada yang udah masuk di kelas ipa 3 lama yang letaknya ada di atas. Sebagian besar, kita jaga2 di depan lab kimia yang tak laen dan tak bukan terletak di sampingnya ia 3 lama. Kita smua liat2 keadaan di bawah. Kita liat2 keadaan halaman skolah. Yaah… bu guru lagi berfoto2 ria ama anak “Kiddrock” di halaman skolah. Wah.. kayaknya mereka sudah memberikan surprise yang lebih daripada qta2. Huhu.. scara, Bu Yulis kan wali kelas nak Kiddrock. Ya udahlah. Kita smua liat mereka foto2, garing rasanya liat2 dari sini. Ada yang ngerumpi, maen2, sampe nyiapin buat nampilin yel2nya. Agak lama, mereka udah hilang dari pandangan. Halaman udah sepi. Tinggal menunggu bu guru memasuki kelas kita yang ada di bawah.

waduh.. koq lama banget ya. Belnya udah ganti pelajaran gak ya..??? qta smua pada nggak ngerti coz qta ada di luar kelas, n menunggu gak jelas.

setelah menunggu agak lama, terlihat Bu Yulis mendatangi kelasq tercinta ia 1, yang tak laen dan tak bukan adalah TL (traffic light). qta smua yang jaga2 termasuk aq, menunduk biar gak ketahuan kalo lagi sembunyi. #wah.. ini sembunyi masal anak TL nih. =.=

anak2 yang tadinya rame banget tiba2 langsung sepi dengan seketika setelah ada yg bilang, "Bu Yulis dateng.. Bu Yulis dateng.." weiitss.... qta smua ngintip dari balik pager lantai dua depan lab kimia. beliau masuk kelas. yepp... anak2 terdiam semua.

beberapa detik setelah itu, Bu Yulis keluar lagi dengan muka kebingungan. lantas, , uuuppppzzz... Bu Yulis ngeliat ke arah sini... Tidakk!!! beliau pun langsung ke arah tangga di deketnya lab biologi mau naek lantai 2. Oh No!!! Ketahuan nih kayaknya!!!
aq bareng temen2 laennya memutar otak. ada yang bilang, "ayo rek! Kabur lewat koridor XI ia 4. oke, nak2 yang lagi jaga2 langsung aja deh kabur. tapi kasian yang sudah PW di kelas ia 3 lama nih. aq langsung cepet2 beritaw anak2 di dalem kelas. wah... waktu itu, anak2 yang ada di dalem kelas, lagi PW smua. ada yang lagi duduk2, lagi ngerumpi, nyanyi2.. PW dah pokoknya. kasian banget harus disuruh kabur lagi. "Ayo rek, , qta udah ketahuan.. langsung menyingkir!!!" wah... tanpa diduga, mereka langsung secepat kilat keluar dari kelas n kabur. padahal untuk keluar kelas aja mereka harus make sepatu dulu. hadeeeh... -___- "

langsung, qta smua kabur lewat koridor XI ia 4, lewat lab fisika, trus nglewatin X3. waw ini moment kabur masal! rasanya smua mata yg ada di dalem kelas yg qta lewatin terarah pada qta yang lagi kabur. ckckckck...

qta smua pada ngintip. eh, ternyata Bu Yulis udah di lantai 2, yang tempatnya berseberangan ama tempatnya kita kabur. Bu Yulis ada di depan kelas X4, kita ada di depan X3. ckckck!

trus, qta langsung balik lagi deh, yaitu ke kelas qta tercinta!!! waktu balik, anak2 udah pada keringetan. waduh.. kasian beliau, harus jalan2 keliling gara2 dikerjaini ama qta2.

trus, waktu beliau nyampek kelas qta lagi. qta smua langsung berteriak, "Happy Birthday to You!!! Happy Birthday to You!!!! happy birthday happy birthday happy birth day to you"
waaah... keras banget qta nyanyiin lagu.. qta smua salim2an gitu deh ama beliau. ckckck.. terharu deh..

trus, qta smua ditraktir ama beliau teh.. yeee.... ahaha rame deh pokoknya hari ini.. ^.^
masa' pintu dibuat buka tutup botol tehnya??? ckckckck

setelah itu, kembali lagi ke pelajaran. tapi pelajaran kita tetep santai. yaitu menyanyikan yel2 yang udah kita buat sebelomnya. hmmm... qta smua nampilin yel2 dari yel2 kelompoknya Ananti n Friends yang bagus banget, yel2 kelompokq yang ajur gak ketulungan, sampe yel2 kelompoknya Rora yang pertamanya geje tapi akhirnya bagus. ckckck...

qta smua ngakak gak ketulungan di pelajaran ini.. ^.^
sueer!!! ini merupakan pelajaran kimia terakhir di kelas dua SMA n diajar sama Bu Yulis. ini merupakan moment yang gak akan aq lupain.. ^.^
sumber: pengalaman saya ^.^

Hari Nyebelin gara2 mas Lin -.-

Kalo yang ini, saya punya crita. Hehe.. antara saya dengan sopir lin. Hmm... kejadiannya terjadi Kamis, 5 Mei 2011. Ini merupakan kejahatan kebatinan. Dan pastinya nyebelin.
Pelaku: Mas sopir lin.
Korban: saya T.T
Saksi: anak SD tak berdosa yg duduk di pojok lin
Awalnya tuh, pulang sekolah aq pembinaan buat OSN matematika ama Nyo n Bren. Abis itu pembinaannya selesai jam 15.00. Sebenernya, aq gak ngerasa apa2 kalo aq akan mengalami hal yang buruk. Tapi, tiba2 tubuhq dingin seperti mau ada firasat buruk. #padahal waktu itu ujan gerimis rintik-rintik, makanya dingin. Ya gak pa2lah, macak punya feeling kuat. Padahal emang gak ngerasain apa2. -___-
Aq inget banget, checklock ama Nyo n jam di checklokan menunjukkan pukul 15.16. trus, aq naek lin deh sendirian. Padahal biasanya ama Fimbreng. Hmmm... dari sekolah ke al huda berjalan seperti biasa.
#mood msih dlam keadaan baik J
Abis nyebrang di Al Huda, ketemu deh ama Fimbreng n Kilmi. Habis dadada melambaikan tangan tanda rindu, aq ngelanjutin naek lin buat menuju rumahq. N pastinya sendirian gak sama Fimbreng, cz dy naek lin jurusannya beda.
#mood msih dlam keadaan baik J
Aq nyetop lin ke arah rumahq. Hmmm... suasananya aneh.#macak feeling kuat, padahal gak ngerasa apa2. -.-
Di dalam sana, Cuma ada mas sopir lin, kakak cewek, n “anak SD tak berdosa” yg duduk di pojok lin sambil terkantuk2. Aduh.. adek ini aq namain apa ya? Panjang banget namanya. Masa’ namanya “anak SD tak berdosa” yang duduk di pojokan lin? Jadi sebut aja deh, “adek pojokan”. Hehe.
Lumayan sepi sih...#udah bukan lumayan lagi, tapi sepi banget, suara jangkrik aja kedengeren di lin. Ehem, ini bukan suara jangkrik di lin, tapi suara jangkrik di skitar rumahq. Maklum, nulis ni blog malem2. Hehe.. #apanya???%#&#^#
Setelah aq naek lin ini, waw!!! cepet banget kayak naek jet. Saking cepetnya, sampek becak aja bisa nyalip. Ckckckck...
trus, berhenti deh linnya di Jompo. Sampailah saya di tempat kejadian perkara. Trus, mbak yg duduk di dpanq bilang, “duh, mas.. sampeyan ma’ ngetem nang kene? aq kudu cepet2 iki. Nyok mas dhuwite. Aq mudhun kene ae...” artinya:duh, mas... kamu koq berhenti di sini? Aq hrus cepet2 ini. Nih, mas uangny. Aq turun di sini aja.
Aq sih, menanggapinya dengan sikap biasa2 aja. Ya.. maklum lah. Mbak ini kan perlu cepet2. Aq kan gak perlu cepet2. Nyantai aja lagi.... ya udah, menunggu aja.....
#mood sedang -.-
Menunggu merupakan hal2 yang sudah biasa aku alami. Tiap hari aja, sudah pasti menunggu lin yg ngetem bermenit2. Sudah hampir setiap hari saya berurusan dengan kata “menunggu”. Dari yang namanya menunggu papa ngajar berjam2 di sekolahnya(itu dulu), menunggu dijemput papa(itu dulu), menunggu teman fotocopy, menunggu teman ke kamar mandi, menunggu... menunggu... itu sudah biasa. Pastinya sendirian n sepi... n wajah mamong n bosan.
Aq menunggu bermenit2. Dan aq masih diem aja. #padahal dari awal ampe akhir kejadian emang diem aq. -.- Pada saat aq menunggu... aq liat mas sopir linnya teriak, “Arjasaaa... Arjasaaa...” gituuuu terus.. “Arjasaaa... Arjasaaaaaa...” habis itu masnya beli minum n duduk bentar. Trus, teriak2 lagi. Duh, enak banget!!! Huu... aq pengin cepet2 nyampe rumah. udah sore padahal, dingin lagi, laper juga. #padahal tadi udah makan. -.- n Padahal di rumah sama aja membosankannya dengan di sini.-.-. ya gak taw ya.. walau rumah merupakan tempat yang sama aja membosankannya, seenggaknya di sana ada kasur buat tidur, laptop buat meredam jariku yg gatel pengin ngetik, komputer buat main, tv buat nonton, hape buat smsan, kucing buat dimainin, mbak buat engkel2an, n pastinya makanan buat dimakan.
ih.. daripada di sini, Cuma ada tempat duduk buat duduk.-.-
#mood menjadi bosan -.-
Hmm.. ini kayaknya udah lama banget deh.Trus, ada ibu2 udah agak tua masuk. Bertambah deh penumpang satu. Hmm... tetep aja suasana diam.
Tapi kayaknya ini udah lama banget deh. Melebihi dari menunggu2 yg biasa aq alami kemaren2. Tapi ini luar biasa. Mau liat jam tapi hape lowbat. Yah.. gimana ya??? Maunya sih pergi aja dan mencampakkan mas sopirnya, tapi gak punya keberanian. Kenapa aq nggak ikut jejaknya mbak tadi ya... huuuu.... ini juga akibat efek ngerjain tugas agama dari bu guru.
Tugasnya itu tentang “Lakukanlah pengamatan mengenai sikap menghargai dan menghormati orang-orang yang berada di rumah, sekolah dan di tempat umum! Sebutkan alasannya!” nah, waktu aq ngerjain nih tugas, salah satu jawabanku di bagian pengamatan mengenai sikap di tempat umum itu adalah “menghargai sopir lin yang menunggu lama. Alasan: sopir mencari nafkah untuk keluarganya. Berarti kita tidak boleh egois. Bla bla bla” intinya gitu deh..
yah.. masa’ aq bo’ong ama tugas yang aq kerjain ndiri?. Duh.. dilema.. masnya kalo dicampakin kasian. #ehm.. kasian apa takut??? Ya takut juga sih, cz gak pernah kabur dari lin sih...
Nunggu lagi, trus, aq pengin taw ini udah jam berapa sih? Koq rasanya lama banget? Dengan terpaksa, aq ngidupin hapeku yang udah lowbat Cuma untuk pengin taw ini udah jam berapa. Tadi kan dr skul jam 15.16, trus ke al huda kan paling 5-10 menit, cz waktu itu gak lama. Aq prediksiin kalo ini udah lebih dr jam 15.40 brarti udah kelewatan nih. N aq buka hapeku, dan ternyata pemirsaa... waktu menunjukkan pukul 15.57. oohhh... tidakkk!
#mood sangat bosaaann -..-
Udah lebih dari lima lin, lewat sekitar sini. Penginnya sih, kabur gak usah mbayar naek lin laen. Tapi rasanya tak berdaya. Mungkin aja aq diremehin, cz Cuma pelajar n Cuma mbayar seribu....
#konflik batin bergejolak
Aq bayangin ada orang nyelametin aq n bilang, “ayok sini, dis, bareng aq. Gak usah naek lin wz , Ta’ anterin ayoookk!!!” #hanya mimpi
Trus, udah tiga penumpang masuk. Dan sopir masih terus teriak2 gak jelas. Capeeeekkk... laper, keringeten, gak rupa wz wajahku.
#mood jelek L
Aq liat jam lagi n jam menunjukkan pukul 14.07. pengin nangis tapi nggak bisa. N baru pada saat itulah masnya menyalakan mesin dan jalan. Duh.. kayaknya mas ini obsesi rame penumpang ya.. ckckck
Nyampe di kantor pos, berhenti lagi nih lin. Apaaa???!!!$@$#@#&*(%$ tapi tetep aja nggak ada penumpang yang masuk. Trus, ya jalan lagi. Muka saya udah berubah jadi sosok yang laen. Udah judes dengan laser kekuatan maksimal melebihi n mengalahkan lasernya Nyo. Udah istighfar, istighfar.. tapi gak ngefek.
#mood bete’ maksimal
Nyampe di deketnya stasiun spada, berhenti lagi. Ya.. untung aja ada penumpang banyak. Jadi nih lin jadi sesek gak bisa napas. Tapi ni keuntungan ya buat mas sopir lah.. enggak bagi aku. Mau ngelaser2, tapi kasian masnya.#kayaknya waktu itu aq bukan pasang muka + tatapan laser tingkat maksimal deh, tapi muka melas tingkat maksimal. Huhu...
#mood jelek tingkat maksimal + pengin nangis..
Orang2 di lin banyak yang ngeliatin aku. Gara2 apa ya? Mungkin mukaku? Gak taw juga. Tapi mereka nggak taw, aq udah nunggu lama. Mereka kan baru. Huhu...
Turun dr lin, udah gak rupa muka saya... ngempet nangis. Nyampe rumah, buka pintuuuu.... berkaca2. #muka melas 1000% + gak rupa udah...
kalo udah kayak gini, sebenernya gak boleh liat jam. Tapi yaa liat jam aja. waktu sudah menunjukkan pukul 16.35... daaaannnn... Huaaaaaaa.... nangis sejadi2nya. Sumpah! Nangis kayak diputus cinta rasanya. Trus, mbakq yang liat bertanya2, “kamu kenapa? Kamu diapakan??!” huaaaa.... aq telungkup di kasur kayak di sinetron sambil mukul2 bantal.
Wah! Aq yang biasanya sabar menunggu koq bisa2nya ilang kesabaran. Haduuh! Ini apa gara2 moodq yang jelek ato masnya yang megeli? Wallahualam. Cz selama bertahun2 aq naek lin, n menghadapi lin yang ngetem lama, kayaknya nggak sampek separah ini deh. Ini merupakan yang terlama dan ternyebelin. -.-a
Tapi aq tanya ke temen yg slama ini sebangku denganq keesokan harinya. “Itnana”. Kalo aq keluar dr lin kemaren itu wajar nggak sih, nan??? Dia jawab, “ya.. wajarlah dis, wong itu udah lama banget lho. nggak usah mbayar tu seharusnya.” Trus, aq crita ke nak laen, kebanyakan mereka bilang, “kalo aq jadi kamu, langsung pergi aq, dilokne ae wong iku.” #jahat banget..
Tapi aq salut sama “anak pojokan” itu. Cz dari tadi dia enggak menunjukkan sikap resahnya. Dia dengan enaknya terkantuk2 trus tidur. Kayaknya nyantai aja dia. Apa ini udah biasa bagi dia? Waaah... salut saya. Ada yang lebih tegar dari saya. -.-a
sumber: pengalaman saya ^.^

Sabtu, 30 April 2011

Adek Lentik and Adek Goodlooking


ehm...

Well, langsung aj ke topik ya!!!
ini terjadi waktu hari Senin, tanggal 11 April 2011. Hmm, kejadian ini terjadi gara2 kebiasaanku yang suka memperhatiin orang-orang yang belom aq kenal. *siehh.. macak jd orang perhatian. Wong ananti, my deskmate yang selalu setia bersamaku di kelasku tersayang yg biasanya ada disebelahku, aja gak pernah aq perhatiin. -.-a
~piss, nan.. hhe

Jadi gini, ceritanya tuh, aq pulang dr skul sama Ananti n Fima. udah sore banget tuh. pulang naek apa? mobil pribadi donk..! yupz, mobil kuning. Di dalem lin, Posisinya tuh, ananti ada di sbelah kananku and Fima ada di sebelah kiriku. Ehm.. kita ngomongin apa aja deh. Ngomongin yang biasanya diomongin ama cewek. Emank apa ya?? Aduh! Ya gitu deh. (gini ini kalo udah kena’ sindrom menggeje). -.-a

Udah gak usah basa basi! Langsung aja ke critanya. Di depanku tuh ada dua anak SMP. Gak taw sih itu anak dari SMP mana. Emank, sebelomnya smasa ada anak SMP ya? *maklum, saya anak rumahan. wkwkw. Halah, gak usah dipikirin, pokoknya cowok semua. Di sela-sela cerita ma ananti and fima, aku perhatiin satu-satu tuh, dua cowok smp yang masih adek-adek. Aq liat yang adek yang di depanku. Waw.... ya ampun... biasa aja sih mukanya, cuma ada yang beda. Bulu matanya lentik banget. Adek itu, aq namain adek lentik aja ya biar gampang nyebutnya... *maklum, saya gak taw namanya. masa' aq harus nanya dulu ke adeknya namanya siapa....
:P

Rasanya setiap adek itu mengedipkan matanya, wuzzzzzz, wuzzzz... Uh, aq tertampar bulu matanya dari jauh. tidaaaakkk! sumprettt! kayak kipas gedhe yang di kipas2in ke arahku. He... -____- *padahal mukanya biasa aja sih.
tapi tapi tapi tapi...

adek yang di sebelahnya itu lho. Emank sih, dia itu gak punya mata lentik kayak adek yang di depanku. Tapi adek itu goodlooking banget!!! Aq namain adek goodlooking aja ah. Emank Tuhan itu adil ya, gak dikasih ini tapi dikasih itu, gak dikasi itu ya dikasi ini, gak dikasi anu ya dikasi uni. Ya gitu deh. *ehm.. bukan waktunya nggumun alias apa ya? Nggumun itu apa sih? Aq sih taw maksudnya tapi gak taw bahasa Indonesianya. Ya... bukan waktunya buat berdecak kagum. Ih, masa’ jadi terpesona ama brondong. Aduh!!! Scara,... imej gitu!!! XP

ya.. trus, aq inget banget adek goodlooking itu kalo lagi ngomong kayak Ka-Ho alias Kanata Hongo. Ya, kalo gak taw KaHo ya udah deh. Yang jelas anak Traffic Light, yaitu temen2 kelasku terutama ceweknya banyak yang taw. Pkoknya qta pernah demam Ka-Ho September taon lalu. Cape deh, jelasinnya. Trus, adek itu punya tai lalat di dagu kanannya. Waw... manis sih! Kayak adek bayi. Ihh gemes!!!! XP

Yah... tapi adek2 itu ngomongnya rada’ rusak. Gimana ya? Apa mau aq jelasin? Tapi lucu deh, masih kecil gitu, bau kencur udah ngomongin cewek, pacar, minum2... aduh... !!! udah ah, gak usah diomongin... :(

Trus ini loh...klimaks ceritanya. Aq mau ngejelasin apa yg aq rasain dan alami gara2 dua adek lentik and goodlooking itu pada makhluk di sebelahku yg asyik ngelamun. yaitu Ananti. gak taw secara pasti sih, anak ini ngelamun apa enggak. *sotoy. Ya udah deh, aq nulis d pesan pake hapeku. sebenernya mau aq tulisin bwat fima juga sih, tapi dianya lagi asyik ngobrol. ya udah deh. Tulisannya tuh gini...
aduh lupa.. -.-
pokoknya
“ nan, jangan liat ke depan ya.. aq mau ngomongin orang!” nah, aq tulis ini dulu, karena aku udah taw, kebiasaannya ananti yg pasti ngeliat orang yang lagi diomongin.

aduh.. cape’ deh!
trus, aq hapus, trus nulis lagi
“nak d dpanq matax lntik, trus sblahx goodlooking”
trus, tiba2 Fima yg aq kira lg asyik ngomong ama Fenyka and Nimas, langsung mendekat ke arahku and mbaca juga. Aduh!
(Fima, and Ananti terdiam sebentar)
tak disangka dinyana dan diduga2... tawa meledak dr ni cewek berdua...
wahahahahahaahahahahahahahahaha...
tanpa pikir panjang, aq ya juga ikut ketawa hehehehehehe krik krik krik, sambil ikut2an ketawa breng ni cewek berdua n aq brtanya2 dlam hati, “he... emank lucu ya? Aq kan cuma ngomongin adek duaan yang ada di dpanku?” trus, ya aku ikut ketawa aja...
wahahahaahaha krik krik

ha?

tiba2, Fima bilang dan menghentikan suasana riang gembira, turun panas demamku, kini aq bermain dengan riang. Haduh.. gini dah jadi korban iklan obat batuk. Fima bilang, “ini ngomongin apa sih?”
*gelodakkk

Dengan tawa yg masih menggelitik similikitik, aq jelasin lagi ke Fima. Nah, ini nih... aq biasa aja lho ya! Tapi nih anak sih.. “ananti” yang perutnya masih tergelitik, mbuat aq ma Fima yang ngliat mukanya ikutan ketawa. *terjadi ledakan yang kedua kali... disaksikan oleh adek Lentik, adek goodlooking, Fenyka, Nimas, orang sebelahnya ananti, sopir, orang sebelahnya pak sopir, dan bapak2, ibu2 dan saudara2 sekalian yg sedang mengendarai kendaraan yang ditumpangi, dan tidak sengaja karena keapesan mereka, melewati mobil kuning yang kami tumpangi dengan ledakan tawa di dalamnya. Sebenernya aq smpet denger adek lentik berkata pada adek goodlooking, “mbak iki... bla bla bla” lupa saya... pokoknya dia berkata dengan ekspresi aneh dan bertanya2. Kayakny aq taw apa yang ada di benak mereka. Hah? Ada apa ya? Ni mbak2 kliatannya jaim banget! Tak disangka2, tawanya kayak bom atom... -___-

Semoga saja tu adek duaan gak ngerti maksud kami bertiga... cape’ deh!!!
Trus, aq tulis lagi, “tapi omongannya rada’ rusak”. Ya... diikuti Fima yang nerusin chatku pake hapenya sendiri dan brtanya, “emank omonganny kyak pa?” ya... aq bales, ya gitu deh... bla bla bla bla..

Yang membuat aq masih bingung, Fima ketawa lagi. Heh? Aq gak ngerti deh, prasaan aq biasa aja deh. Trus, salah satu dari Ananti and Fima bilang. Eh, lupa aq. Ananti ato Fima ya? Ato dua2nya ya? Gak taw dah. Pokoknya bilang, “kamu tuh, dis, gitu aja diperhatiin sih? Koq sampe denger prcakapannya sih? Koq perhatiinnya ampe’ segitunya sih? Bla bla bla... -.-a


yah, itulah salah satu dari kejadian bodoh yang pernah aq lakukan. masih banyak lagi....
tenang saja!
hohoho

Sabtu, 23 April 2011

Teluk Hijau Banyuwangi

Hai Hai semua...
  Liburan ini, saya bersama teman teman inTeL alias TL alias Traffic Light alias teman teman kelas XI IPA 1 tahun ajaran 2010-2011pergi ke Green Bay alias Teluk Hijau. Wiih…. Sebelumnya saya dan teman teman udah berencana ke Malang aja bareng teman teman kelas lain. Tapi panjaaaaaanggggg banget ceritanya bagaimana kami bisa ke Teluk Hijau bersama anak2 TL.

“Pantai Pribadi TL di Hari Kartini”

Hmm… sebelum liburan UAN kelas XII, kami anak TL yang masih kelas XI merencanakan liburan. Hmmm… teman teman pada bingung semua ingin liburan ke mana. Kemudian, Desi teman saya mengusulkan untuk berlibur ke Green Bay. TELUK HIJAU. Waaaa…, seperti apa sih teluk hijau itu?


           Sebelumnya Desi pernah cerita. Dia adalah ketum SISPENA SMASA saat ini, ketumnya anak alam sekolah kami deh. Dia menceritakan pengalamannya di Sukamade, Banyuwangi, melihat penyu and banyaak hal lainnya, termasuk ke teluk hijau.


Di mana sih teluk hijau itu? Di Banyuwangi. Letaknya tuh, ada di desa Sarongan, Pesanggaran, Banyuwangi. Pokoknya, inti dari apa yang diceritakan Desi tuh, untuk sampai ke teluk hijau, dari jalan besar, kita harus jalan ke pantai dulu, gak bisa yang namanya pake kendaraan untuk sampai ke pantai. Sampai di pantai, katanya sih biasa aja, karena itu bukan teluk hijaunya. Ternyata untuk sampai di teluk hijau, kita masih harus jalan lebih jauh menyusuri bebatuan. Trus, kalo kita jalan lebih jauh, kita akan melewati tanjung. Tanjung itu isinya hutan. Ya… setelah saya merasakan sendiri “emank itu hutan ya?” Aduh, gak tau. Saya bukan anak PA alias pecinta alam. Ya, anggep aja kita melewati sebuah tanjung kecil, paling nggak hanya jalan 5 meter. Setelah itu, kita akan menemukan surga dunia. 

Waaa… seperti apa sih? Emank sampe segitunya? Dari ceritanya Desi, dia sama temen2nya ke sana sampe teriak2. Takjub… ha? Jadi pengin liat! Nah, dari situ anak2 TL merencanakan liburan ke Teluk Hijau. katanya sih, teluk ijo masih belum terjamah. jadinya pantainya asri banget.

Kami memesan mobil besar dan sopir serta mengkoordinir makanan dan perlengkapan untuk dibawa ke teluk hijau. Waktu itu saya dan teman2 sama sekali tidak memikirkan perjalanan ala anak alam untuk sampai ke teluk hijau.


Nah, sebelum pergi ke Banyuwangi, saya minta2 ijin ke mama papa tercinta untuk membolehkan pergi ke Banyuwangi. Wah, kamu2 yang baca gak mungkin kebayang deh, gimana saya minta ke beliau2 buat mengijinkan. Namanya aja anak SMA “Scara, haduh… gimana ya?” Speechless. My parents always protective for me. Always and always. “aq pengin pergi ke pantai, pa..” #curhat bentar.. Saya nggak pernah dibolehin pergi2 sejauh ini. Dan ini adalah momen jarang2 bisa kumpul ama temen2 ke pantai. Wah, kalau temen2 sih udah berkali-kali melancong ke sini situ, ke pantai sampai gak bisa diitung berapa kali. And me? Satu kali aja belom. Paling, Cuma liat di Tivi-tivi. (T.T) malangnya nasibku. O… iya deng, sebenernya saya pernah sih diajak ke pasir putih ama mama, tapi ya cuma liat2 aja, gak boleh nyebur, gak boleh ngapa2in, no fun, tidak berkesan. Saya sih menganggapnya itu belum pernah ke pantai. 

Sebelum saya pergi, mama papa mengatakan, “nanti jangan maen air ya, ombaknya gedhe (besar) lho di pantai selatan itu. Kalo basah nanti gimana? perlengkapannya dibawa yang lengkap. Bla bla bla bla.” Dan saya bicara ke diriku sendiri, “jangan sampe basah ya nanti, dis! Nanti dimarain mama papa gimana? itu sepatu jangan sampe kotor! Baru dicuci lho!” Hikz.. hikz… cape deh.
 

Jam empat pagi, tepatnya tanggal 21 April 2011, kami, anak2 TL berkumpul di depan RRI dekat SMAN 1 Jember. Oh, iya, selamat Hari Kartini ya… semoga insan perempuan di Indonesia semakin maju! Ehm.. lanjut ke cerita awal. Kami sama sekali tidak memikirkan perjalanan ala anak alam untuk ke teluk hijau. Jadi kami banyak yang pake baju lumayan formal, ada juga yang pakai baju seperti mau ke mall bahkan banyak yang pake sandal unyu unyu lagi.
Kondisi Desi, sebagai penunjuk jalan ke teluk hijau memprihatinkan banget. Kakinya luka. Hikz… dia habis dari Raung. Ya… maklum lah anak alam. ternyata perjuangannya meyakinkan memesnya buat ke teluk hijau Banyuwangi lebih parah dari saya. Ya sudahlah… makasih ya, des, mau jadi penunjuk jalan kami. :P tapi semua dari kami sepertinya memang habis berjuang mati2an biar dapet ijin dari ortu untuk membolehkan kami pergi bersama. namanya juga masih SMA..

lanjut, kami anak2 TL yang ke Teluk hijau ada 17 anak dari 31 jumlah anak TL keseluruhan. Kok ga lengkap??? Pasti lah masalah perijinan ortu. Tujuh belas anak itu terdiri dari saya sendiri, Desi, Oni, Trisda, Burhan, Wira, Sindy, Prisil, Lia, Andri, Qkoy, Yudi, Aim, Fima, Resi, Tanti, and Alif. 
Aduh, waktu udah menunjukkan jam 04.30, tapi Andri ama Fima belom dateng. Saya telpon Fima, katanya speda motornya mogok gara2 bensinnya abis, jadinya dia harus naek becak tuh. Sambil menunggu Fima dan Andri, anak2 yang waktu itu masih berjumlah 14 langsung masuk ke mobil. saya duduk ama Oni di belakang pak sopir. Di sampingku ada Wira. Trus, yang duduk di depan bersama pak sopir ada Trisda dan Burhan. Di belakangku ada Prisil, Lia dan Desi. Di belakangnya lagi ada Qkoy, Yudi, dan Alif. Di belakangnya lagi ada Resi, Tanti, dan Aim. Wah, kayaknya ini mobil sudah hampir full.  Wiiih... 

Tiba2 datang sesosok becak dengan princess imut di dalamnya. *hueekkk. You know what? It’s Fima. Anak2 bersorak. Ye..... Fima dateng!!! Waktu itu teman2 sempat bingung Fima mau ditaruh di mana. Dan akhirnya, Fima duduk di barisan paling belakang. Hore!!! Tapi kami masih kurang satu lagi, yaitu Andri, mobil yang dipakai kami masih harus menjemput Andri di deket rumahnya. Setelah itu, mobil melewati Sempolan, Jember, dan berhenti untuk menjemput Sindy. Yap… kami bertujuh belas anak bersama pak sopir… Let’s Go!!!
Langsung aja basa-basinya. Kebelet cerita bagian klimaksnya nih. Kami sempat hampir tersesat untuk sampai Njajag, Banyuwangi. Kira2 jam 10-an siang lah, kami udah sampai di resort wisata Rajegwesi. Yeay!!! Letaknya di Desa Sarongan, Pesanggaran, Banyuwangi.

           Pokoknya di situ, mobil tidak bisa berjalan lebih jauh dan harus diparkir di resort ini. Soalnya, si mobil gak bisa masuk lebih jauh dan dalem lagi. Jadi, kami harus jalan. Hmmm.... jalan? Waduh. Pertamanya kami rada’ ragu sih. Ini kaki kuat atau enggak ya? apalagi ini bawa barang2 berat. Jadi anak alam nih kami2. Kata Desi, kami harus jalan kira kira 2 kilometer.


Coba lihat, di foto… di palang ada tulisannya kita mau ke objek daya tarik wisata alam yang ada di sana. Ada pantai rajegwesi pastinya. Ya iyalah, karena ini palang tempatnya ada di resort rajegwesi. Trus, ada Bunker Jepang, kalo mau liat2 bunga raflesia juga bisa, ada teluk hijau, pantai Sukamade yang ada penyunya, dan ada juga jungle track. Tapi kan kita maunya ke Teluk Hijau. Ya udah, tancap!!! tuh, tertulis di palang kalo dari sini ke teluk hijau 2 km. Ha? 2 kilometer!!! Ya udah, gak apa-apalah, yang penting dilakuin bersama dan capeknya juga bareng2. 

Sebelum kami berjalan, teman2 udah banyak yang ganti sih pake baju yang lebih simpel. Kalo saya sih, sebenarnya bawa baju ganti. Di sini, udah ada kamar mandinya. Jadi bisa ganti. Tapi, saya berpikir, masa' harus ganti sekarang? Emangnya teluk hijaunya nanti kayak gimana sih? Toh, nanti ni baju gak mungkin kotor2 amat. (*harapannya sih gitu, gak kotor2an). Cuma jalan aja kan? Lagian, saya juga gak mungkin basah2an. #inget2 apa yang dinasehatin mama. Ya, akhirnya saya  tidak ganti baju dan tetap memakai celana jeans. Huuftt! Trus, ada satu lagi wejangan dari orang sana. Kalo jalan, mending pake sepatu aja, ini kata orang2 yang ada di sana. Ha? Padahal saya udah mau ganti pake sandal japit. tapi gara2 wejangan itu, saya enggak jadi ganti sandal japit. tetap pake sepatu. "Emangnya separah itu kah?" Dan lagi2 saya berpikir dalam hati. “Alah, Cuma jalan aja sih. Lagian gak mungkin juga nih baju jadi kotor. Aq bisa jaga diri kok.” Gitu pikiranku! Ya udah deh, saya jalan bareng teman2 dengan memakai hem dari kaos, celana jeans warna item yang biasa saya pake buat acara resmi dan sepatu putih itemku yang baru aja saya cuci, sambil bawa tas ransel, dan sekresek makanan untuk nanti bersantai waktu udah nyampai di teluk Hijau. Hehe.


Pertamanya kami terbagi jadi tiga kelompok. Di barisan paling depan ada pastinya Desi sebagai penunjuk jalan. Karena cuma dia yang satu2nya tau jalan ke teluk hijau. Trus ada Burhan juga. Lainnya saya lupa. Di kelompok kedua yang tengah2 itu yang paling banyak orangnya. Dan saya ada di barisan ketiga, bersama Tanti, Qkoy, Wira, dan Aim. Seru banget deh, jalan2nya. Di sini yang paling aneh bajunya itu Qkoy. #maap ya, qoy… dia pake baju kayak mau ke mall getooo... pake sandal juga. Tapi apa salahnya sih, pikirku. *(tanpa memikirkan apa yang akan ditempuh berikutnya). Jalannya Cuma kyak gini2 aja. Toh, gak mungkin kotor2. Padahal baju yang saya pakai adalah kesalahan juga. Saya memakai baju yang lumayan resmi. Dan, faktanya banyak teman2 di sini yang salah pake baju. -.- kamu tidak sendirian, qoy.. hehe

di tengah perjalanan, kami melewati beberapa rumah warga. di situ ada toko. Jadi, kami beli2 makanan deh di sana. Mbak yang jualan tanya, “mau ke mana dek?”. “mau ke teluk hijau mbak”. “o... teluk hijau? Masih jauh tuh, masih naek gunung...” kami sontak langsung kaget. ha? Gunung? Muke gilee...
Tau nggak? waktu jalan, saya berhati hati sekali. Jangan sampe kena lumpur, jangan sampe kena air, jangan… jangan.. jangan… tidaaaakkkk!!! Sempat nyesel kenapa saya gak pake sandal japit pertamanya, karena, sepatuku yang bersih abiz dicuci malah jadi kena lumpur! Oh no! sepatuku yang bersih dan imut.. Kena lumpur dikiiiiiit aja udah sebel deh…!(*was was). 

2 tahun kemudian.... Ya ampun, lama banget. Ini sudah 2 kilometer belum? Ya, 1 kilometer aja belum nyampe. Baru beberapa meter kalee jalannya. -.-a. kami nyanyi sekenanya. La la la la la la…. Trus, Tanti tanya, “ini mau ke teluk apa bukan sih? Kok jalannya naik ya?” saya bilang, “Iya, apa jangan2 Desi salah? Kita bukan mau ke teluk, tapi tapi, tapi ke gunung.” Tanti bilang, “jangan2 kita memang di pegunungan. Jangan2 teluk sama dengan pegunungan.” Trus, Aim bilang, “berarti kita bukan mau ke teluk Hijau tapi mau ke Pegunungan Hijau”. Hahaha... Tanti bilang, “teluk hijau sama dengan pegunungan hijau”. Haduh, kenapa kita jadi menggila seperti ini? -___-
ini karena pertama kalinya kami melakukan perjalanan alam.. jadi rada’ bingung gitu, tapi tetap jalani saja… hehee



Gak terasa udah terdengar suara gemericik ombak. Air laut... wah.... di antara semak2 udah keliatan air. Sampai2 saya dan teman2 udah berbinar2. “Ayo rek, qta udah mau nyampek. Itu teluk hijaunya!” saya teriak… (*sotoy) Tapi untuk jalan ke sana rasanya jauuuh banget. Kok rasanya masih harus turun gunung nih.. tadi abis naik gunung soalnya. Nafasnya Oni aja udah satu satu. Satu satu? Emangnya speda motor? Gak tau deh. Pokoknya kami udah capek. Trus, kami istirahat sebentar. di sana kami menemukan tempat duduk. Teman2 udah duduk2 istirahat sebentar di atas bebatuan. 


Di situ udah keliatan lautan di bawah sana. Tapi….. “Ha? Kita masih harus turun dulu?” Iya... itu pun yang kami liat belum teluk hijaunya. Baru air laut biasa… Trus, qta udah jalan berapa kilometer? Desi bilang, “ini baru 1 km”. Ha? Capek deh.... berarti yang saya liat barusan cuma air laut biasa doank. T.T “trus, qta hrus jalan lewat mana?” “ya, jalan kecil itu”. (alias hutan).. ckckckck

Kami melanjutkan perjalanan. Hmmm… Masuk ke hutan… Jalannya kecil banget. Mblusuk mblusuk. Bahasa indonesianya apa ya? Gak tau. Pokoknya gitu. Jalannya cuma bisa dilalui satu orang. Jadi, ketika kami melewati jalan kecil blusukan, sebelah kanan saya adalah tanah tebing dengan banyak akar pepohonan serta bebatuan. Dan, sebelah kiri kami adalah juraang. Saya gak tau itu jurang apa bukan. Karena kalo jatuh ke sebelah kiri, alhasil, kayaknya susah buat naik dan kembali lagi. Jadi mending saya pegangan akar dan ranting yang berada di sebelah kanan saya. Waduh, saya gak pernah bayangin yang perjalanan yang kayak ginian. Sepatuku gak mungkin selamet kayaknya. Huhu.... tapi saya baru nyadar ternyata memang harus pake sepatu. Di sini banyak lumpur, dan batu. Desi aja kakinya sakit gara2 jalan2 di Gunung Raung nggak pake sepatu, melainkan memakai sandal dan berjalan tujuh kilometer.

Untungnya saya pake sepatu. Saya jadi nggak bisa membayangkan, ini teman2 yang pake sandal gimana ya? Trus, saya juga gak bisa ngebayangin kalo saya jatuh kepleset dari jalan yang kecil banget itu. Wah... mama papa pasti melarang keras saya lewat kayak ginian. Tapi gimana lagi? Berdoa saja lah. 


Rasanya, perjalanan masih jauh banget. Tapi ini suasananya rindang, karena kami lagi di dalam hutan, jadinya gak panas. Wah... rasanya kayak di tivi-tivi. Jadi ingat2 tayangan “Paradiso”. Pasti kru2nya ngelewatin kayak ginian buat tayang di tivi. Hmm.. kalo masalah perlengkapan, kayaknya perlengkapan kami sama sekali nggak lengkap. kami bukan anak pecinta alam yang tau seluk beluk hutan. Tapi, untung ada Desy anak SISPENA SMASA. Dan ada Sindy. Dia anak PMR SMASA. ya.. kami cuma bawa obat2an seadanya. Tapi kami berharap gak akan ada apa2. kami kerjasama satu sama lain. Desy, ada di depan bersama teman2 lainnya. saya bersama anak2 yang ada di belakang sempat terpisah dan  tersesat. Tapi untung bisa menemukan jalan yang benar. Hehe...

Gak terasa, udah keliatan pantainya. Wa... qta langsung bersemangat. Udah mau sampai di teluk hijau. Ye... kami sampai di pantai... pantainya bagus banget. Wah... saya yang gak pernah liat pantai secara langsung, jadi takjub. Akhirnya…. Dalam pikirku, “Tapi kok banyak batu2 ya? Di mana menggelar tikarnya nih? Koq bukannya pasir?” Desi bilang, “ini masih belom teluk hijauya. Kalo teluk hijau, jauh lebih bagus dari ini. ada pasirnya lagi. Bukan batu batu kayak ginian” Hikz... rasanya tuh, seperti ada lagu yang memancarkan kemenangan dan bernyanyi2 di telinga langsung nggleyot tuh lagu gara2 tau itu bukan teluk hijau. “Ha? benarkah?” Ini aja udah bagus pikirku. Warna air lautnya biru sih. Kalo lebih bagus dari ini kayak gimana ya? Jadi, laut yang kami liat dari tadi itu bukan teluk hijau ya.... kami udah capek nih. Kok dari tadi nggak sampai2 nih. Saya saja gak bisa membayangkan, apakah kami bisa menikmati teluk hijau itu seperti gimana? Dalam perjalanan yang udah kayak gini, apa kami bisa pulang ya??? Nyampek aja belom. Sempet mikir kayak gitu sih. Sempet mikir juga, mending pulang aja deh, takut ada sesuatu. Tapi kita harus positif thinking. “trus, di mana donk teluk hijaunya?”. Desy bilang, “di situ, ketutupan ama hutan. Kita harus nyisir bebatuan ke sana. Trus, nyeberang hutan/tanjung paling paling cuma 5 meter”. Oh iya saya lihat, di sana ada hutan. Ya... ada tanjung kecil sih. Katanya di balik tanjung itulah, tersembunyi teluk hijau.... waw....

kami istirahat bentar di bebatuan ini. Melihat lihat dengan takjub... trus, lanjutkan perjalanan. Tapi, waktu jalan, pantainya ketutupan ama air laut. karena air lautnya udah mau pasang. Scara gitu, ini udah jam 11 siang lewat lagi. kami itu telat. Andaikan air lautnya surut, pasti bisa lewat dengan mulus... haduh, lagi2 ada kendala. Bisa gak ya, kami menikmati teluk hijau? Desy jalan nyisiri pantai yang udah ketutup ama air laut sambil pegangan tanaman. Otomatis celananya basah. Gileee nih anak. Temen2 yang laen aja gak da yang berani ke sana. Anak2 teriak, “Desyyyyyy..... gak usah nekad. Kembali ajaaaa...”. tapi Desy gak denger. Tetep aja dia jalan. Gak lucu kan kalo ada berita di koran yang menyatakan, “siswi SMAN 1 Jember hilang di teluk hijau”. Aduh... nggak deh. Saya yang nggak bisa ngapa2in cuma bisa berdiri dan berdoa. Di saat kami berdiri di atas bebatuan itu, tiba2, byuuurr... gelombang air lautnya mengenai sepatuku. Basah deh.... ya ampun... sepatuku..... kenapa jadi seperti ini? T.T

kemudian Aim nemu jalan alternatif untuk menghindari pantai yang sudah ketutup dengan air laut. horeee... Di sebelah kanan bebatuan terdapat hutan. Ternyata kami harus melewati hutan di sebelah kanan bebatuan itu yang suasananya seperti tadi. Sama deh kayak tadi. Mblusuk mblusuk. Pokoknya gimana caranya kami ke sampai ke tanjung itu tanpa menyusuri jalan bebatuan yang sudah tertutup oleh air laut. Alhasil, kami sampai deh di pantai berbatu lagi. Tapi, ini batu batuannya tidak tertutup air laut. Dan ini belum sampai teluk hijaunya. Masih jauh tuh... tapi yang penting, kami tidak  melewati pantai yang udah ketutupan ama air pasang. Tiba tiba, “Lho Desy mana? Desy? gimana ini?” teman2 bilang, “mungkin aja Desy udah ada di depan. Jalan aja terus.” Tapi gak mungkin Desy udah jalan sejauh ini? Nglewatin air pasang lagi. Gile tuh. Agak lama jalan, ternyata Desy ada di belakang. Berhasil melewati air pasang. Yah, untunglah selamat. Kami meneruskan perjalanan di pantai berbatu ini. Agak lama, Qkoy, gemeteran kakinya. Kayaknya kedinginan dan harus dikasi makan nih anak. Ckckck… Akhirnya kami berhenti di pantai berbatu dan jelasnya mencari kerindangan. Di situ, ada bekasnya kayu-kayu buat api unggun. Trus, ada sisa2 tulang ikan. Berarti udah ada orang yang makan ikan n buat api unggun di sini.

Selagi Qkoy bersama teman2 istirahat sebentar, Desy dengan teman2 lain yaitu Prisil, Fima, Lia, Resi, Burhan dan gak tau lagi, saya lupa, mencoba melanjutkan perjalanan. Kami berpikir, airnya semakin lama tambah pasang. Kalo airnya pasang maksimal, kami nggak bisa meneruskan perjalanan lagi nih. Akhirnya kami semua di belakang mengikuti Desy. Di depan sana, ada pantai yang ketutupan air pasang lagi. Ombaknya juga agak besar. Desy dengan teman2 di depan sudah melewati air pasang itu. Di sana ada Burhan yang terendam air pasang sambil megang taneman, buat nungguin kami semua. jika ombaknya datang dan kita lagi terendam di air pasang harus pegangan taneman, kalo enggak bisa keseret. saya teriak ke Yudi dan teman2 di belakang, “cepetan sebelum airnya bener2 pasang!!!”. Burhan yang udah bantuin saya dan Tanti melewati air pasang tetep di air pasang, nungguin anak2 yang di belakang. Makasih ya, bur! saya melanjutkan perjalanan dengan teman2 di depan.
Trus, saya dengan anak2 di depan, memasuki hutan lagi, tapi gak separah hutan yang tadi. Kalo hutan yang tadi, banyak pohon dan lumpurnya. Kalo yang ini mah, lebih banyak pasirnya juga lebih banyak semak2nya. Wah, gak nyangka saya sudah berada di tanjung kecil ini yang tadinya terlihat jauh sekali. Di balik tanjung ini ada teluk hijau. Hmm... saya meneruskan berjalan. Jalan dan jalan. Kayaknya udah lupa dengan capek nih. saya jalan paling blakang di barisan itu. Desy dengan teman2 di depan keluar dari semak semak hutan ini dan berteriak teriak. Wah.... saya jadi deg2an. Kayak apa sih? Teluk hijau yang selalu disanjung-sanjungkan. Waktu teman2 laen, udah keluar saya masih di dalem semak2. Tinggal beberapa langkah lagi saya keluar. saya merogoh hape saya dan merekam pake kamera video. saya jalan beberapa langkah dan.............. wawww....... waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ saya berteriak sekencang2nya.... waww... speechless. saya yang lagi nulis ini, kayak mau nangis. Sumpah kereeeeennnn. Bener2 jauh lebih indah dari pantai yang tadi. Sesuai dengan namanya. TELUK HIJAU... warna airnya hijau, jernih lagi.

Amazing

Fabulous

Yang saya injak udah bukan batu kayak tadi, melainkan pasir. Gambarnya udah ada di paling atas. saya baru pertama kali ini menginjak dan memegang pasir pantai. Maklumlah… Wkwkwk.. 
Hehe... pantainya sepiiiiii banget. benar benar belum terjamah. Ya iyalah.. buat menjangkaunya saja harus susah payah kayak gini. Gak ada orang yang jualan lagi... ada sih.. Sundel Bule.. hiiiii.. nggak deh! Tapi saya nggak mungkin menyesal pernah ke sini. Capek kami terbayar sudah. saya istirahat di sini bersama teman2 nungguin temen2 lain di cloter kedua. Kami foto2 deh di sini. Maklum narsis. Hehe 
Teluknya benar benar tersembunyi seperti ini. Benar2 kayak kolam buatan di luar negeri yang baguus banget. Tapi kalo yang ini bener2 alami. Subhanallah… Sementara kami istirahat sama yang lain, Desy trus jalan sampai ke pucuk teluk. Gak tau dia di sana ngapain. Saya jalan2 di pantai bentar aja, tiba2 udah byurrr. Celanaku basahh lagi, sepatuku juga. Jadi inget dengan yang di rumah. kena marah ntar nih. Tapi ini kan nggak disengaja. saya juga nggak tau pantai. Gelombangnya kayak apa juga saya tidak pernah merasakan.

 

tidak lama kemudian, ada suaranya Burhan teriak sama teman2 lainnya. Mereka sampai ke sini. Akhirnya, Kita bertujuh belas udah sampai semua di teluk hijau. Hmmm... Trisda langsung buka baju dan main air. teman2 yang mainan di pantai udah kotor ama pasir. Ini salah satu gambarnya. Dari kiri itu Resi, Alif, saya, Burhan, Lia, Sindy, Trisda, Tanti, Andri. Hehe…

Trus, teman2 bilang, “eh, ayo kita mencoba berjalan ke pucuk sana yok. Di situ ada Desy lho. Ada air terjunnya juga lho”. Saya langsung mencopot sepatu dan berjalan ke sana, dan untuk ke sana masih harus naik dan melewati batu besar, karena pantainya kena air pasang. Andaikan airnya nggak pasang, pasti berjalan dengan mulus. Hehe. Eh, ternyata beneran ada air terjun. Gak keliatan sih kalau dilihat dari gambar yang ada di atas foto air terjun ini. Karena lokasinya jauh dan masih jalan lagi. Segar rasanya teman2 basah2an di sini. Kalo saya, cukup celana dan sepatu saja yang basah. Jangan lebih dari itu.  Saya sempat nyesel juga, kenapa kok saya gak ganti pake celana pendek ya. Jadi celana jeansku deh yang basah. Hadeeh.. oh, iya denger2, katanya air terjun ini ada suasana mistisnya. itu sih kata salah satu dari kami yang memang bisa ngerasain yang halus halus. kalau aku sih, orangnya biasa2 untuk hal hal seperti ini. jadi tidak terasa hal hal mistis yang sempat dibicarakan teman2..


setelah dari air terjun, tiba2 langsung hujaan. Tidakk... tasku gimana donk.. teman2 sudah panik dan berlari ke tempat semula. Jarak dari air terjun ke tempat semula sekitar 100 meter lah. Pokoknya keliatan jauh banget. Pucuk ke pucuk. Trus, pasirnya juga susah kalau dibuat berlari. Untungnya saya bawa payung. kayaknya dari semuanya cuma saya yang bawa payung. hehe.. Payungan donk. teman2 pindah2in tikernya ke tempat yang tidak terkena hujan, yaitu, di bawah akar2 dan daun2 pepohonan. Dan payung saya pakai dibuat sebagai alat untuk melindungi tas tas kami dari hujan. Alhasil, saya jadi tempat penitipan tas. Gak keren banget saya payungan, dengan tas2 di kakiku, sementara teman2 yang lain berteduh di tempat lain dan main2 juga. Krik krik krik. Emank ada jangkrik ya di sini? Nggak deh.. -___-a

setelah beberapa lama di tempat penitipan tas, Saya bosan dengan semua ini. Saya melepas tas yang dari tadi selalu aku pakai, kemudian saya taruh payung saya di bawah memayungi tas2 lainnya. Saya rela memayungi tas2 itu, sementara saya sendiri kehujanan. *lebay,.. padahal, niat awal, saya nggak ingin kehujanan. akhirnya saya jadi ikut hujan hujanan bersama teman2 lainnya. padahal, saya gak suka hujan hujanan. Haha, setelah hujannya udah agak reda, tidak terasa baju yang saya kenakan banyak pasir2nya tuh. padahal pertamanya nggak mau kotor2. -.-a

saya liat Desy ada di batu-batuan besar. Dia merendam kakinya di lubang berisi air di batu tersebut. 

 di gambar, kalo dari depan tu Qkoy, Lia, Desi, dan saya. Akhirnya saya dan Desy membersihkan baju kami yang sudah terkena banyak  pasir di situ. Kalo bersiin baju dari pasir di pantai, ya percuma saja. malah tambah banyak pasirnya ini baju. Sambil membersihkan sepatu yang penuh pasir, lama dah pokoknya di situ, tiba2 ada gelombang besar dari balik batu besar itu. Byurrr... airnya mengenai kepala kami dan saya kaget + teriak2 + pegangan Desy. Sumpah, saya pikir ini gelombang gak mungkin melewati batu yang saya dan desy duduki. Ya... maklum, saya belum tau pantai. Sumprett deh.. basah kuyup semuanya. Bajuku, celanaku, sepatuku.. huhu... T.T padahal saya nggak niat kena air pantai pertamanya.


Saya  sempat cerita ama Desy kalo saya nggak pernah ke pantai sebelumnya. Ini aja harus mati2an buat minta ijin ama ortu. Desy sampai tanya, “masa’ gak pernah ke pantai?” “iya, bener.” “lho, ke papuma? Masa’ gak pernah?” “gak pernah aq, Des, waktu itu pernah, anak2 X2, ke papuma, tapi aq gak dibolehin.” “wah, arek iki, gak pernah nang pantai, tapi sekali nang pantai langsung Teluk Ijo kon”. Hehe... trus Desy bilang, “rugi kamu kalo ke sini nggak dipuas2in.” 
Iya sih, bener katanya Desy. saya sudah basah kuyup kayak gini. Takut dimarahin? Pastinya. Tapi ini udah basah, gimana lagi? Toh, gimana gimana ato digimana2in pun tetep aja basah. Mending puas2in saja. Hhahaaa…saya langsung menggila. Langsung guling2 di air. Main2 dengan teman2 tanpa khawatir sama yang di rumah nanti. Dan benar.. it’s so fun. saya puas2in sekarang. saya yang tadinya sudah lumayan bersih dari pasir pantai, sekarang malah tambah kotor oleh pasir. Foto2, rendem2an di pantai, maen air. So fun.... ^.^

Ini pantai pribadinya Traffic Light pada tanggal 21 April 2011. Tapi ya pada hari itu aja…. Hehe.. soalnya nggak ada orang lain selain kita bertujuh belas sih. I love it. Gak ada siapa2 di sini. Suer! Kami main2 sepuasnya di pantai ini. 
Tapi, dari tadi ada yang diem aja ya? Wira…. tidak seperti teman2 lainnya. Saya tanya ke teman2, kok dia kayak gitu sih? Katanya, dia mikirin nanti pulangnya gimana. O… geto..? iya sih. Saya langsung berpikir, “Gimana ya nanti pulangnya? Rasanya sudah jalan sejauh ini. Dan kami berada di tempat yang jauh dari apa pun. Apakah nanti bisa pulang???”Hmmm.. tapi nggak tau dah, guling2 lagi…. Main pasir lagi.. main air lagi…
Kami rasa sudah cukup, saya bersama teman2 berjalan lagi ke pucuk teluk hijau dan langsung siram2 di air terjun. Segerrr... rasanya. Airnya tawar lagi. Walaupun pasirnya gak ilang seratus persen, cukup lumayan lah buat membersihkan pasirnya. Hehe. Kembali lagi jalan ke tempat awal, cuaca hujan lagi. Tapi kami langsung kemas2, sudah lempit2 tiker. Qta harus ke tempat si mobil dan pak sopir. Tapi..... tapi tapi.. setelah sejauh ini, apa bisaa pulang gak ya??? Meski agak ragu, tapi kami semua berharap bisa pulang dengan selamat. Let’s go!
Kami pulang lewat jalan yang tadi, hutan yang banyak semak2nya itu. Lia tanya, “apa gak ada jalan lain tah yang lebih mudah dari ini?”. Desy jawab, “nggak ada. Jalan satu2nya ya cuma ini.” Pupus sudah harapan. Kami tetap jalan melewati tempat yang tadi. Huhu, gara2 hujan dan saya bawa payung, Oni menitipkan kameranya di tasku. Kayaknya emank dari semua anak nih, yang bawaannya paleng berat dan rempong itu saya. Lia dan Andri cekeran alias nggak memakai alas kaki. kalo Lia nggak tau kenapa sepatu lukisnya nggak dipakai dan kalo Andri sandalnya copot di tengah jalan tadi. Ternyata sandal memang nggak kuat ya untuk melewati jalan sekeras ini. Kasian banget hidupnya. hehe.. Trus, kami lewat pantai berbatu seperti tadi. Setelah saya lihat2, pantai ini beda banget sama teluk hijau. Jauh lebih bagus teluk hijau pastinya.

Sekarang waktunya memasuki hutan yang tadi, blusuk2, banyak lumpur dan pohonnya. kami bertujuh belas lebih kompak daripada yang tadi. Sekarang nggak boleh ada gap lagi. Tiap anak yang di belakang atau pun yang di tengah kenapa2, anak yang di depan setia nungguin. Pasti ada kata2, “tungguin rek!” atau “sudah? ayok lanjut!” kami jalan diketuai ama Burhan. Di jalan yang cuma bisa dilewati satu orang ini, kalo urut dari depan tuh Burhan, Resi, Fima, Tanti, Prisil, Lia, Andri, Sindy, saya, Oni, Qkoy, Trisda, Yudi, Alif, Aim, Desy, and Wira.  :P
Di jalan berlumpur ini, Lia sempat terpleset dan jatuh. Tapi untungnya bukan terpleset ke jurang di sebelah. Tentu saja gara2 jalannya yang licin dan berlumpur. Dia kan gak pake apa-apa. Kakinya maksudnya yang gak pake apa2. Alhasil, celana Lia kotor oleh tanah lumpur. Trus, Resi, yang ada di barisan depan, menaruh daun besar di tempat yang sekiranya licin. Wah.. Resi so sweet banget. Dia menaruh daun agar orang yang ada di belakangnya gak jatuh. Hikz... Trus, Oni juga sempat terpleset, tapi nggak separah Lia. 
Tau gak? teman2 banyak yang pakai tongkat  seperti Resi, Lia, Sindy, Oni. Tongkatnya berasal dari ranting pepohonan. Lucu deh. saya bersyukur, saya jarang terpleset. Untung pake sepatu. *sombooong... ya, gak bermaksud sombong sih, tapi ya saya jarang ngerasa licin aja. Hehe... tapi, sepatuku udah nggak ada rupanya. Perpaduan antara pasir, lumpur, de el el. Waw… temen2 semuanya kotor banget dan nggak berbentuk saat pulang2 dari teluk hijau. Perkiraanku yang gak akan mungkin berkotor2 ria, ternyata salah BESAR. Kasian juga Qkoy, acara ke mallnya harus terhentikan… :P

Trus, waktu di hutan blusukan, di jalan kecil itu ada kayu besar yang melintang ke arah jurang. Jadi kalau mau lewat kayu besar itu, kita harus dibantuin dengan orang yang berada di depan dan di belakang kita. Lho orang yang berada di paling depan dan belakang gimana dong??? Untung aja orang yang berada di paling depan itu Burhan dan yang paling belakang itu Wira. Jadi ya bisa aja deh, mereka berdua lewat kayu besar itu nggak dibantuin. Hehe…kami masih harus pelukan sama tuh kayu besar. kakinya Qkoy sempat kram gara2 melewati kayu besar itu. Untung ada Sindy, anak PMR. Hehe… Trus, tangannya Oni juga sempat berdarah gara2 ketusuk duri waktu pegangan dan melewati kayu besar. Gara2 kayu besar itu juga, luka di telapak tanganku akibat kena batu di pantai tadi jadi tambah terasa. Aww.. sakit..

Setelah keluar dari hutan blusukan penuh lumpur, kami istirahat sebentar di tempat yang tadi. Oni ngambil lagi kameranya dari tasku dan saya duduk mamong kecapekan di tempat duduk. Duh, kasian Oni. Dia yang bawa kamera, tapi fotonya sendiri aja bisa diitung jari. Hehe.. Tapi, ya gak apa2 ya, ni. Karena ada kamu, kita bisa foto2. Hehe... nanti di rumah kan bisa foto2 sendiri sepuasnya. Wakakaka.. piss, ni!
Kami hanya melanjutkan perjalanan 1 kilometer berikutnya. Tadi waktu berangkat kan seperti naik gunung. Kalo yang ini jadi kayak turun gunung. Akhirnya, kami sampai duluan di tempat si mobil dan pak sopir. Sampai di sana, kami semua udah nggak ada bentuknya. Baju, lumpur, dan pasir udah tidak ada bedanya. Untung di sana ada kamar mandi. Ya udah mandi deh. Yey...
Setelah itu, saya makan berempat bersama Resi, Alif, dan Prisil dalam satu kotak. Memang satu kotak buat empat orang. Dan kami memang bawa itu makanan dari awal. So sweet deh. Trus, saya bantuin Fima makan. Enyak enyak!!!




Abiz nungguin teman2 yang mandi lama.. kami pulang ke Jember. saya pake kaos, celana pendek, dan gak pake jaket. Jaket saya sudah ikut kotor gara2 dipakai perjalanan ke teluk hijau tadi. Sumpah, dingin di dalam mobil. saya nggak pernah pergi2 di luar rumah pake celana pendek dan nggak pake jaket. saya hampa tanpa jaketku. Tapi untungnya ada Oni, Wira and Alif yang setia menutupiku dari serbuan AC. Hehe...

Di perjalanan, Wira sampai berkata, “gak nyongko aq isa mulih.” Sebenernya setuju sih sama dia. Tapi pulang dengan selamat kan emank tujuan kami. Ke Teluk Hijau dan pulang dengan selamat. Hhe. Di mobil, Prisil ama Wira adu lidah terus. Lucu deh mereka. Ati2 cinlok lho. hohoho... pokoknya yang gak bisa diem di mobil itu Prisil, Wira, Resi, Burhan, Yudi, Qkoy, n yang laennya juga berkontribusi juga sih,... termasuk saya..

Malamnya, kami belum sampai jember, kami sempat tersesat. Tapi bisa kembali juga. Kami melewati gumitir dan kembali ke Jember. Di Sempolan, Sindy harus turun dan berpisah dengan Trisda setelah dari tadi mereka berdua di depan. Cihuuy…! Setelah Sindy keluar, eh... si Trisda langsung tidur melungker di sebelahnya pak sopir. Trus, trus trus Wira ama Alif menyandarkan diri ke saya. Berat nih. Aduh, karena saya nggak bisa menyandar ke kiri, akhirnya saya menyandarkan diri ke Oni. Lumayan… Hehe..

Trus, kami pulang dengan selamat. kami sampai Jember jam 8 malem. Wah, 16 jam kami meninggalkan rumah dan kos
16 hours with TL, the greatest moment with TL at the Green Bay..
I LOVE THIS DAY, dan sesampainya di rumah..... ehmmm.... diomelin... ya tau sendiri lah.
Dari kiri Tanti, Qkoy, Prisil, Resi, saya, Fima. ^.^

NB: fotonya saya beri tulisan “by …” di kanan bawah, itu sih nama orang yang punya kamera, bukan orang yang memotret. hehe